Dalam upaya untuk meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, Universitas Medan Area (UMA) bekerja sama dengan Biro Publikasi, Jurnal Ilmiah, dan Informasi Digital (BPJIID) untuk menyelenggarakan Workshop Penulisan Proposal DRTPM 2025 dengan tema “Strategi Penulisan Proposal yang Efektif untuk Meningkatkan Peluang Pendanaan DRTPM 2025.” Workshop ini akan berlangsung dalam dua sesi: Kamis, 30 Januari 2025 di bidang Saintek, dan Senin, 31 Januari 2025 di bidang
Dalam sesi pertama, yang berfokus pada bidang sains dan teknologi, Prof. Dr. Ir. Lisnawita, SP, M.Si akan berbicara tentang cara membuat proposal inovatif yang relevan dengan kebutuhan penelitian saat ini. Di sisi lain, Dr. Marlina, SH, M.Hum akan berbicara pada sesi kedua, yang akan berlangsung pada 3 Februari 2025, dan akan memberikan wawasan tentang cara membuat proposal yang kuat dan berortensif.
Dr. Hartono, S.Kom, M.Kom, Kepala Biro Publikasi, Jurnal Ilmiah, dan Informasi Digital (BPJIID) UMA, mengucapkan terima kasih juga. Ia menegaskan bahwa kualitas proposal ditentukan oleh aspek teknis penelitian dan kemampuan peneliti untuk membangun cerita yang jelas, terstruktur, dan sesuai dengan kebutuhan pendanaan.
Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa workshop ini merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kualitas penelitian di UMA. “Menulis proposal penelitian bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif, tetapi juga bagaimana kita dapat menyampaikan gagasan dan konsep secara jelas serta menunjukkan dampak dari penelitian tersebut.” Tujuan dari workshop ini adalah untuk membantu para dosen membuat proposal yang tidak hanya memiliki substansi yang kuat, tetapi juga dapat bersaing untuk mendapatkan dana dari DRTPM. Semakin banyak penelitian yang dapat dilakukan, semakin besar kontribusi UMA bagi dunia akademik dan masyarakat luas.
Rektor UMA menegaskan bahwa workshop ini merupakan bagian penting dari rencana universitas untuk meningkatkan persaingan riset. “Kita ingin memastikan bahwa dosen dan peneliti di UMA memiliki keterampilan dalam menyusun proposal yang tidak hanya bermutu, tetapi juga berdaya saing di tingkat nasional.” Menurutnya, semakin banyak proposal yang berhasil mendapatkan dana akan meningkatkan posisi UMA di bidang riset dan inovasi. “Tahun lalu kita berhasil mendapatkan hibah DRTPM terbanyak di Sumatera Utara, sehingga saya berharap dengan kegiatan ini kita dapat mempertahankan atau bahkan menambah jumlah dana yang diberikan kepada kami,” kata Rektor.
Workshop ini dihadiri oleh Dekan, Ketua Program Studi (Ka. Prodi), dan Ketua Pusat Studi di UMA. Peserta diberi kesempatan untuk berbicara langsung dengan para pembicara tentang berbagai topik, seperti membuat latar belakang penelitian, memilih metodologi yang tepat, dan membuat anggaran yang realistis.
Diharapkan melalui pelatihan ini, UMA akan menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas penelitian, mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi lebih aktif dalam mengajukan proposal pendanaan, dan menciptakan budaya riset yang lebih kuat di universitas. Dengan pelatihan ini, diharapkan semakin banyak proposal penelitian UMA yang berhasil memperoleh pendanaan DRTPM dan memberikan kontribusi nyata untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan BPJIID.
