Universitas Medan Area (UMA) mendapat Penghargaan Wajah Bahasa dari Balai Bahasa Sumatera Utara untuk kategori Lembaga Pendidikan di tingkat Sumatera Utara. UMA memenangkan penghargaan dengan menyisihkan dua puluh finalis dari lembaga pendidikan lainnya karena dinilai telah mendorong penggunaan bahasa Indonesia yang sesuai dengan standar di lingkungan kampus.
Di Hotel Santika Primiere Dyandra, Senin (11/11), Kepala Pusat Pembinaan Badan Bahasa Dr. Maryanto, M.Hum, dan Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Perekonomian UMA Dr. Dedi Sahputra, MA, menerima penghargaan. Hasil penilaian selama tiga tahun, dari 2022–2024, menunjukkan prestasi UMA dalam penggunaan bahasa Indonesia ini.
Hidayat Widiyanto, M.Pd, Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara (BBPSU), Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara yang diwakili Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Direktur Reserse Siber Kepolisian Daerah Sumatera Utara, dan Ketua Kelompok Profesional Pembinaan Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara, semuanya hadir pada acara Apresiasi Lembaga Layanan Profesional Pembinaan dan Bahasa Hukum.
Menurut Hidayat Widiyanto, M.Pd., universitas UMA dapat berfungsi sebagai model bagi institusi pendidikan lainnya dalam hal penggunaan bahasa di ruang publik. “Kita akan merekomendasikan UMA sebagai tempat studi banding bagi lembaga lain dalam penggunaan bahasa di ruang publik maupun dalam dokumennya. Jadi UMA bisa jadi tempat pembelajaran.”
Dia juga berharap kerjasama antara BBPSU dan UMA akan berlanjut di masa depan. “Kita berharap UMA dapat terus berkomitmen untuk menggunakan bahasa Indonesia di ruang publik dan dokumennya, sehingga tetap menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lainnya,” katanya.
Menurutnya, penggunaan bahasa Indonesia yang benar dan baik sangat penting untuk menjaga kualitas komunikasi di bidang pendidikan, pemerintahan, dan bisnis. Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lembaga lain untuk meningkatkan penggunaan bahasa Indonesia sesuai standar, sehingga dapat berkontribusi pada upaya pelestarian dan pemajuan bahasa nasional.
Marianto, M.Hum, Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Sumatera Utara, menekankan bahwa bahasa Indonesia harus digunakan secara luas dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan publik maupun dokumen lembaga di provinsi. tujuan dari upaya ini adalah untuk meningkatkan kualitas penggunaan bahasa dalam konteks hukum. Dia mengatakan bahwa dia berharap penghargaan ini akan mendorong lebih banyak lembaga untuk berpartisipasi dalam pelestarian dan pengembangan bahasa Indonesia.
Marianto menyatakan bahwa dalam upaya mengutamakan Bahasa Negara, Balai Bahasa Sumatera Utara telah berhubungan dengan kurang lebih 45 hingga 47 lembaga selama tiga tahun. Ada dua alasan utama mengapa bahasa negara ini diutamakan. Yang pertama adalah penggunaan bahasa dalam tata naskah dinas, seperti surat dan undangan. Yang kedua adalah penggunaan bahasa dalam korespondensi dengan pihak lain, seperti lembaga pemerintah.
Yang kedua adalah aspek yang berkaitan dengan penggunaan bahasa di ruang publik lembaga tersebut, artinya sebetulnya ada aturan, ada UU yang mengatur penggunaan bahasa di ruang publik tersebut, sehingga seberapa jauh penggunaan bahasa negara diatur oleh aturan yang berlaku.
Penghargaan Wajah Bahasa oleh BBSU: Balai Bahasa Sumatera Utara memberikan penghargaan kepada lembaga yang telah membantu lembaganya dalam hal tata naskah dinas, seperti ejaan, pilihan kata, pengkalimatan, dan cara paragraf dibuat sehingga menjadi surat yang efektif.
Harapan kedepannya adalah 45 hingga 47 lembaga ini akan menjadi lembaga model dan nantinya kami akan beralih ke lembaga lain, artinya kami akan beralih ke lembaga lain dan merujuk kepada 45 lembaga ini sebagai lembaga model yang telah kami bangun selama tiga tahun. Kami akan menyampaikan kepada masyarakat, kepada lembaga lain, untuk belajar dari lembaga yang telah kami bangun dari tahun 2022 hingga 2024, sehingga mereka akan menjadi lembaga model yang sebenarnya.
Marianto menjelaskan bahwa lembaga pemerintah, swasta, dan pendidikan menyambut kerja sama. Namun, tantangan yang dihadapi di institusi pendidikan jelas lebih sulit dibandingkan dengan institusi swasta, karena tantangan yang dihadapi oleh institusi swasta sangat besar. “Bahkan yang sebetulnya akan kita tangani ini adalah lembaga swasta yang berbadan hukum Indonesia,” tegasnya.
Penghargaan Face of Language diberikan kepada 47 lembaga binaan yang telah berhasil meningkatkan penggunaan bahasa Indonesia. Ada tiga jenis penghargaan: lembaga pemerintah, lembaga pendidikan, dan swasta. Perusahaan swasta seperti Hotel LePolonia, Hotel Emerald Garden, RMK Pondok Punokawan, Hotel Karibia Boutique, Hotel Travelers Suites, Hotel Radisson, Hotel Grandhika Setia Budi Medan, Hotel Madani, Hotel Swiss-Bellin, dan PT Canang Indah Industri telah berpartisipasi dalam kompetisi apresiasi wajah bahasa.
Selain itu, lembaga pendidikan yang berpartisipasi dalam acara apresiasi wajah bahasa termasuk SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan, MAN 1 Medan, MAN 2 Medan, UPT SMP Negeri 17 Medan, SMP Negeri 35 Medan, SMP Negeri 27 Medan, SMA Negeri 2 Medan, Universitas Potensi Utama, SMA Negeri 1 Binjai, SMA Negeri 2 Binjai, SMA Negeri 6 Binjai, SMA Negeri 13 Binjai, SMA Negeri 7 Binjai, SMK Negeri 1 Lubuk
Organisasi pemerintahan seperti Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sumatera Utara, Dinas Pendidikan Kabupaten Deliserdang, Dinas Perhubungan Kabupaten Deliserdang, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Deliserdang, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Deliserdang, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Deliserdang, Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistika termasuk di antara lembaga pemerintahan yang berpartisipasi dalam acara
